Rabu, 23 Mei 2012

UNSUR-UNSUR PERKEMBANGAN EKONOMI


     Penduduk dan tenaga kerja
Sebagian besar penduduk di Negara-negara berkembang berada dalam keadaan yang ditandai dengan “kemiskinan massal” pertumbuhan penduduk yang dialami oleh Negara-negara berkembang sangat cepat laju pertumbuhannya. Sehingga hal tersebut merupakan factor dinamika yang paling penting dalam perkembangan ekonomi, sebab factor penduduk mempengaruhi serta menentukan arah perkembangan suatu Negara dimasa yang akan dating, banyaknya penduduk dinegara-negara berkembang yang bekerja disektor pertanian serta memproduksi output primer (bahan-bahan mentah) dikarenakan tingkat pendapatan yang rendah sehingga prioritas pertama bagi penduduk tersebut adalah pangan,pakaian dan papan.




a.     Tahap-tahap perkembangan penduduk
Tahap pertama antara tahun 1900 sampai tahun 1920 dalam dimana tingkat perkembangan penduduk lambat. Dalam tahap ini penduduk tidak selalu berkembang. Adakalanya jumlah penduduk mengalami kemunduran yang timbul sebagai akibat bahaya kelaparan atau wabah penyakit. Ciri lain yang lebih penting dari tahap ini adalah terdapatnya tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi kedua factor ini menyebabkan tingkat pertambahan penduduk rendah.
Tahap kedua, yaitu dari akhir tahap pertama hingga tahun 1950 merupakan periode yang ditandai dengan penurunan tingkat kematian, namun tingkat kelahiran tidak mengalami perubahan. Factor yang menyebabkan penurunan tingkat kematian tersebut adalah kemajuan dalam biddang kedokteran dan perluasan pelayanan kesehatan kepad masyarakat.
Pada tahap yang ketiga, yaitu sesudah perang dunia ke II, tingkat kematian mengalami penurunan lebih lanjut sedangkan tingkat kelahiran tetap tidak mengalami perubahan yang berarti. 
Didasarkan pada sifat ketiga tahap perkembangan penduduk tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan penduduk yang sangat pesat dinegara berkembang disebabkan oleh proses penurunan tingkat kematian yang tidak diikuti oleh penurunan dalam tingkat kelahiran. Sebagai akibatnya perbedaan antara tingkat kelahiran dan kematian, yang trutama menentukan tingka pertambahan penduduk disuatu Negara,(factor lain adalah perpindahan penduduk dari Negara lain) menjadi semakin besar
b.     Faktor yang mempercepat perkembangan penduduk
Perkembangan penduduk dunia yang besar jumlahnya tersebut disebabkan oleh 2 faktor. Yang pertama adalah jumlah penduduk yang sudah terlalu banyak. Semenjak permulaan abad lalu, yaitu dalam waktu satu abad, penduduk dunia telah berkembang dari 1,6 miliar menjadi lebih dari 6 miliar. Pertambahan penduduk yang demikian besar dalam waktu singkat tersebut belum pernah terjadi dalam sejarah. Pada pertengahan abad ke 17 (tahun 1650), penduduk dunia ditaksir berjumlah 545 juta jiwa, dan satu setengah abad kemudian yaitu pada tahun 1800 penduduk dunia baru berjumlah 906 juta. Berarti dalam waktu satu setengah abad penduduk hanya berkembang kurang dari dua kali lipat.
Factor yang kedua dan lebih penting,yang menyebabkan perkembangan penduduk yang sngat pesat adalah tingkat pertambahan penduduk yang relatif sangat cepat belakangan ini. 

c.      Peranan penduduk dan tenaga kerja dalam perkembangan ekonomi
Peranan tenaga kerja dalam pembangunan ekonomi ditentukan oleh jumlah dan mutu tenaga kerja yang tersedia sebagai pelaksanaan berbagai usaha dilapangan pekerjaan yang tersedia. Tenaga kerja dinegara-negara berkembang yang banyak bekerja disektor pertanian dapat disalurkan pada sector industri yang mampu menyerap relative lebih banyak tenaga kerja, terutama yang bersifat padat karya. Jumlah penawaran tenaga kerja dinegara-negara berkembang yang tinggi disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang pesat dan dimanfaatkan dengan mengadakan pelatihan-pelathan oleh pemerintah. Yang bertujuan untuk memberdayakan tenaga kerja yang berlebih agar sumber-sumber alam yang melimpah dan belum diolah secara maksimal sesuatu yang dapat menaikkan angka pertumbhan ekonomi.

2.     Kapital Sosial
Kapital social merupakan suatu konsep yang relative “baru” yang dalam teori pembangunan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Capital social tersebut bersifat problematic terutama peletakkan kata social dalam menyifati capital. Capital dalam referensi ekonomi mempertimbangkan referensi yang bukan ekonomi seperti sosiologi sehingga terkadang sulit mencapai titik temu dalam keseragaman pengertian.(Robert M.Z. Lawang, 2004). Modal social merupakan konsep sosiologi mengacu pada koneksi dan jaringan social. Istilah modal mengacu pada kohesi social dan investasi pribadi dalam masyarakat.
Sebagaimana relasi social pada umumnya, selalu melibatkan modal social(social capital). Schiff (2000) menyebutkan bahwa di era modern ini, dimana terjadi perdagangan bebas(free trade) dan migrasi bebas(free migration), namun keduanya membutuhkan modal social. Selaras dengan itu Brata (2004) mengatakan bahwa modal social merupakan isu menarik yang banyak dibicarakan dan dikaji belakangan ini. Dalam laporan tahunannya yang berjudul Entering the 21st Century, misalnya, bank dunia mengungkapkan bahwa modal social memiliki dampak yang signifikan terhadap proses-proses pembangunan. Kegiatan pembangunan akan lebih mudah dicapai dan biayanya akan lebih kecil jika terapat modal social yang besar.
Secara umum, menurut Tonkiss(2000) modal social baru bernilai ekonomis kalau dapat membantu individu atau kelompok misalnya untuk mengakses sumber-sumber keuangan, mendapatkan informasi, menemukan pekerjaan, merintis usaha dan meminimalkan biaya transaksi pada kenyataanya jaringan social tidaklah cukup karena belum mampu menciptakan modal fisik dan modal finansial yang belum pernah ada.  


a.     Batasan-dan variable-variabel dalam modal social
Pada prinsipnya, konsep “Modal Sosial” lahir sebagai kritik pendekatan individual otonom yang merupakan karakter utama ilmu ekonomi. Semenjak dahulu telah berkembang berbagai pengertian tentang modal social, baik yang dikembangkan oleh kalangan ekonomi maupun social (ilmu non-ekonomi), sehingga kita dapat menemukan modal social dalam pengertian kalangan ekonomi dan juga non-ekonomi. Modal social dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan, namun yang paling banyak adalah untuk upaya pemberdayaan masyarakat. World Bank member perhatian yang tinggi dengan mengkaji peranan dan implementasi modal social khususnya pengentasan kemiskinan dinegara-negara berkembang. Paham yang dikembangkan olek World Bank dengan menggunakan modal social didasari oleh asumsi berikut yaitu (World Bank 1998) :
1.     Modal social berada dalam seluruh keterkaitan ekonomi, social dan politik; dan menyakini bahwa hubungan social mempengaruhi bagaimana pasar dan Negara bekerja. Sebaliknya, pasar dan Negara juga akan membentuk bagaimana modal social dimasyarakat bersangkutan.
2.     Hubungan yang stabil antar actor dapat mendorong keefektifan dan efisiensi baik pelaku kolektif maupun individual.
3.     Modal social dalam masyarakat dapat diperkuat, namun membutuhkan dukungan sumber daya tertentu untuk memperkuatnya.
4.     Agar tercipta hubungan-hubungan social dan kelembagaan yang baik, maka anggota masyarakat mesti mendukungnya.
Jadi modal social menjadi semacam perekat yang mengikat semua orang dalam masyarakat. Dalam modal social dibutuhkan adanya “nilai saling berbagi” serta pengorganisasian peran-peran yang diekspresikan dalam hubungan-hubungan personal, kepercayaan dan tentang tanggung jawab bersama sehingga masyarakat menjadi lebih dari sekedar kumpulan individu belaka     

Modal social sesungguhnya memiliki kontribusi penting dalam pembangunan, khususnya agar tercapainya pembangunan berkelanjutan. Istilah “capital” sesungguhnya sangat berbau ekonomi. Pengertian ini mempengaruhi bagaimana kalangan ekonomi memaknai modal social. Dalam pengertian yang mendasar menurut kalangan ekonomi, modal social berperan dalam mekanisme alokasi sumberdaya.
Ada 2 pendapat dimana posisi modal social.:
1.     Modal social melekat pada hubungan jaringan hubungan social. Hal ini terlihat dari kepemilikan informasi, rasa percaya, saling memahami, kesamaan nilai dan saling mendukung.
2.     Modal social juga dapat dilihat sebagai karakteristik yang melekat pada diri individu yang terlibat interaksi social. Jadi modal social tidak berada dalam jaringan, namun pada individu-individunya.
Modal social atau hubungan antar individual merupakan salah satu sumberdaya atau modal yang digunakan orang dalam strategi pemecahan persoalan kehidupan sehari-hari(Buses 2001).   

b.     Modal social menciptakan nilai ekonomi
Kata “social” dalam frasa “modal sosial” bermakna sebuah relasi antar manusia, bukan dalam makna non ekonomi dan bantuan social. Dengan kata lain, modal social sesungguhnya adalah modal yang digunakan dalam aktifitas ekonomi, sebagaimana modal financial dan sumberdaya alam.

3.     Sumber daya alam
a.     Pengertian dan peranan sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi
Peranan ilmu ekonomi dalam kaitannya dengan sumber daya alam dan  lingkungan yaitu mengenai pengambilan keputusan dalam penggunaan sumber daya alam yang langka. Penggunaan sumber daya alam untuk masa mendatang merupakan imbangan antar penduduk dan sumber daya alam. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berada dibawah
maupun diatas bumi dan belum dilibatkan dalam proses produksi. Barang sumber daya alam adalah sumber daya alam yang sudah diambil dari bumi dan digunakan sebagai factor produksi. Pertumbuhan ekonomi yang cepat memerlukan barang sumber daya yang banyak namun dapat mengurangi sumber daya alam dibumi. Teori ekonomi yang digunakan dalam pertumbuhan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam adalah fungsi produksi. Yaitu: Persediaan untuk kebutuhan manusia, Lokasi persediaan, pergeseran ketersediaan sumber daya alam, kebijakan penggunaan, peranan sumber daya alam dan lingkungan, kualitas, keruskan lingkungan dan mekanismepasar.
b.     klasifikai sumber daya alam dan ukuran kelangkaannya
Sumber daya alam secara fisik diklasifikan menjadi sumber daya alam pulih dan tak tak pulih dan gabungan sumber daya yang menurun kuantitasnya dan tidak dapat diperbaharui dengan teknologi disebut daerah kritis berdasarkan pengelolaannya, pengelompokkan sumber daya dibagi menjadi: pengelolaan oleh swasta untuk kelompok barang pribadi dan pengelolaan untuk pemerintah untuk barang public, perbedaan sumber daya alam pulih dan tak pulih dapat dilihat pula dari aspek penerimaan dan biaya pengelolaan pemberdayaan sumber ` diminta lebih banyak dari yang tersedia, persediaan sumber daya alam diartikan diartikan sebagai volume sumber daya alam yang sudah diketahui dan dapat diambil untuk mendatangkan keuntungan.

c.      Pengelolaan sumber daya alam
Pengelolaan sumber daya alam tak tak pulih dalam pengambilan sumber daya alam tak pulih secara optimal, ada 2 syarat yang harus dipenuhi yaitu: harus memperhitungkan biaya alternative dan biaya alternative ini akan selalu meningkat sebesar tingkat bunga yang berlaku. Variable yang lebih diperhatikan dalam pengambilan sumber daya alam tak pulih adalah pola perubahan harga dan produksi daripada royalty.kenaikan harga barang sumber daya alam tak pulih jika tidak ada batasnya, maka akan menyebabkan subtitusi, jika harga meningkat sedang permintaan relative stabil maka jumlah produksinya akan menurun.

Hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya alam tak pulih adalah adanya unsure ketidakpastian, ketidakstabilan dipasar, efisiensi, hasil eksplorai dan permasalahan dalam distribusi dan ketidakadilan.
Pengelolaan sumber daya alam pulih secara optimal harus didasarkan pada konsep stedy state. Pengelolaan sumbe daya alam pulih pada umumnya didasarkan pada konsep hasil maksimum yang mantap. Pengelolaan sumber daya alam yang pulih didasarkan pada criteria manfaat biaya dan standar yang memaksimumkan nilai sekarang dari penerimaan bersih menggunakan konsep Optimal Sustainable Yield. Pada sumber daya alam pulih terjadi titik balik karena lingkungan alamiah memiliki daya dukung yaitu jumlah maksimum yang dapat ditampung oleh lingkungan alam. Dengan adanya kepemilikan sumber daya alam secara umum maka akan terjadi kepunahan. Hal ini disebabkan setiap pelaku yang memenfaatkan sumberdaya daya alam tersebut tidak memperhitungkan alternative yang merupakan nilai masa mendatang dari sumber daya alam tersebut

d.     Beberapa cara mengatasi eksploitasi sumber daya alam pulih yang berlebihan
Yaitu dengan mendefinisikan hak penguasa atau hak milik sumber daya alam, pembatasan peralatan yang digukan untuk pengambilan, pembatasan jumlah sumber daya alam yang diambil.

4.     Teknologi dan fungsi wiraswasta
a.      Pengertian teknologi 
Dalam arti biasa teknologi berarti suatu perubahan dalam fungsi yang nampak dalam teknik produksi yang ada. dalam kenyataan, dinegara-negara yang telah maju masih terdapat banyak pabrik-pabrik yang belum menggunakan teknik secara ekonomis maksimum karena mungkin adanya factor-faktor produksi yang relative langka, pasran yang tidak luas, perkembangan yang kurang sempurna, serta halangan-halangan kebudayaan dan sebagainya. Adapun perubahan-perubahab teknik untuk pertumbuhan ekonomi yaitu setiap perubahan dalam metode produksi yang telah digunakan dalam industri atau usaha-usaha lain. Karenanya sama artinya dngan inovasi.

b.     Penyebaran teknologi
Penyebaran teknologi sekarang ini lebih mudah daripada masa lalu.dahulu Setiap tukang punya rahasia sendiri dalam bekerja yang mana hanya diberitahukan kepada kepada kawan-kawan terdekat saja. Pada masa sekarang larangan-larangan semacam itu tidak banyak ditemui. Penguasa atau pemilik pabrik mesin dengan segala senang hati menjual mesin-mesinnya yang baru atau yang modern ke Negara-negara yang membutuhkan dan bahkan mau juga menyediakan tenaga ahlinya sekaligus. Kegiatan yang bersifat komersial ini juga telah dibantu oleh PBB dalam memberikan bantuan-bantuan teknik. Dibidang agrarian, demonstarsi-demonstrasi telah diadakan secara luas dengan maksud untuk menyebarkan teknologi yang lebih baik. Tetapi pada waktu yang sama kesulitan perhubungan masih tetap ada. Kekurangan tenaga ahli di Negara sedang berkembang membatasi penyebaran teknologi. Memang sekarang ini pada umumnya Negara-negara sedang berkembang lebih mudah meniru tingkat teknologi yang lebih tinggi dari Negara-negara yang telah maju. Namun demikian riset itu perlu sekali untuk sedapat mungkin memperbaiki dan menyesuaikan teknologi itu dengan keadaan Negara yang bersangkutan.
c.      Fungsi wiraswasta
Apabila perkembangan ekonomi merupakan hasil penerapan teknologi, maka haruslah ada seseorang atau segolongan orang yang berbuat untuk menerapkan kombinasi-kombinasi baru sumber-sumber produksi untuk kegiatan produksi. Dengan kata lain haruslah ada orang yang membuat keputusan untuk mengganti cara-cara yang lama dengan cara yang baru. Dalam arti luas fungsi wiraswasta harus dapat diartikan dalam segala keadaan masyarakat kapitalis, sosialis,atau pembangunan ekonomi pada umumnya. Dalam arti sempit berarti bahwa sifat dari fungsi itu terbatas pada inovasi.

d.      Tipe-tipe semangat wiraswasta
Fungsi wiraswasta mengadakan tindakan-tindakan yang menghasilkan kombinasi-kombinasi baru dari factor-faktor produksi dalam proses produktif. Sebenarnya ada beberapa macam tipe wiraswasta berdasarkan atas tindakannya yaitu:
Ø Innovating entrepreneur, biasanya orang ini bersifat agresif dalam percobaannya dan ingin atau tertarik pada kemungkinan-kemungkinan untuk dipraktekkan.
Ø Initiative entrepreneur, ini adalah orang-orang yang siap untuk menggunakan inovasi  yang berhasil yang ditemukan oleh innovating entrepreneur.
Ø Fabian entrepreneur, ini sifatnya penuh hati-hati dan ragu-ragu yang nantinya akan meniru bila inovasi itu jalas menunjukkan sesuatu yang menguntungkan.



Ø Drone entrepreneur, ini sifatnya menolak untuk menggunakan kesempatan dalam mengubah produksimeskipun dengan biaya yang relative lebih rendah dibandingkan dengan produsen lainnya. Ia tidak menjalankan fungsi wiraswasta tetapi bila ia dalam posisi untuk mengadakan inovasi. Ia mengemukakan suatu potensi dan mungkin merubahnya menjadi salah satu type inovasi yang lain apabila ada dorongan yang efektif yang dapat ditemukan.

e.      Terjadinya wiraswasta
Mengenai banyaknya wiraswasta berhubungan erat dengan motif-motif untuk inoasi yang ada dalam masyarakat. Dalam Negara-negara yang berpendapat riil perkapitanya tidak mengalami kenaikan selama bertahun-tahun maka disitu tidak ada wiraswasta. Bila hanya sedikit wiraswasta, ini menunjukkan tidak kuatnya motif untuk mendorong inovasi menaikkan output dan juga karena adanya kekuatan halangan-halangan yang lebih besar. Bila sudah maju teknologinya maka persoalannya ialah bagaimana memelihara supaya wiraswasta bertambah.

Dari perubahan teknologi dan penggunaan inovasi yang menambah output adalah hubungan dengan kenaikan produktivitas dan proses perkembangan dinegara sedang berkembang, menurut sejarah inovasi itu segera timbul setelah adanya inventasi yang menyebabkan naiknya tingkat hidup. Bagi Negara-negara yang sedang berkembang, kemajuan teknologi ini terhalang oleh karena relative terbatasnya wiraswasta. Sebaliknya tumbuhnya wiraswasta telah tertunda atau lambat karena halangan yang berasal dari keadaan social, adat istiadat, dan perekonomiannya, bersama-sama dengan tiadanya insentif-insentif yang cukup untuk menutup halangan-halangan itu. Peranan pemerintah dalam mendorong inovasi adalah penting, artinya bahwa pemerintah harus memberikan dorongan yang kuat dan secara luas




Sumber;


                                                        

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan kritik dan saran anda.